|
Banyak Teman, Belajar Kendalikan Emosi
Atlet Panahan, Raha Saifudin Smada Melangkah mantap, maju tepat menghadap sasaran. Menempatkan anak panah pada ibunya dengan tenang. Konsentrasi penuh menetapkan target sambil meliukkan busur. Tarik nafas, tahan..Classsh..anak panah itu melesat lurus dan berhenti di satu lingkaran sebelum lingkaran utama. Belum berhasil! Coba lagi! Coba lagi! Begitulah keseharian latihan yang dilakoni Raha Saifudin Hamzah, atlet panahan Jawa Timur sekaligus murid kelas X di SMAN 2 Surabaya ini. Cowok yang akrab dipanggil Raha ini bisa dibilang sangat menikmati dua tanggung jawab yang diembannya sekaligus. "Sama sekali nggak berat kok," akunya. Kebanyakan orang mengira kehidupan para atlet muda itu keras dan cenderung kuper. Setiap hari latihan demi mengejar target yang harus dicapai, akhirnya waktu buat nge-mall, jalan-jalan, nonton dan acara bergaul lainnya harus terkikis habis. Akhirnya teman hanya sedikit. Kata Raha, anggapan itu sama sekali nggak benar!! "Justru dengan jadi atlet, bakal makin gaul," koar cowok yang mulai tekun di dunia panahan sejak kelas lima SD ini, dan langsung menyabet emas untuk pemula. Asal bisa membagi waktu, semua kegiatan layaknya remaja biasa bisa dilakoni. Raha mengaku sering kok, nongkrong bareng temen, nonton pensi, atau hal-hal semacam itu tanpa mengganggu latihannya. "Tinggal jamnya disesuaikan. Sore latihan, malemnya baru bergaul. Hehe..meski nggak bisa selama yang lain, pokoknya kan dateng," ujarnya. Atlet kuper itu juga salah besar! Gimana bisa kuper, kan atlet keliling Indonesia untuk berbagai kejuaraan, juga sering ke luar negeri. Di berbagai kejuaraan ini banyak sekali teman baru sesama atlet atau bukan yang bisa diajak kenalan. Dari sabang sampai merauke, Raha punya kontak teman-temannya itu. Jadi kemanapun Raha pergi nggak perlu cemas soal akomodasi dan guide. "Bisa gratis loh, nginep di rumah mereka, hehe" bangganya.
Waktu main ke Ponorogo misalnya, Raha bete nggak bisa ke mana-mana. Tinggal kontak temannya deh, dan langsung diajak keliling Ponorogo. Di Bali, Raha juga pernah kesasar, tinggal telpon, jemputan pun datang dan dengan senang hati temannya mengantarkan kemanapun Raha pengin pergi. Asyik bener! Selain jadi punya banyak temen, kebanggan bisa berbuat lebih untuk negara, ada manfaat pribadi yang didapat Raha. Banyak perubahan yang dialami Raha selama menjadi atlet panahan. Dulu Raha adalah anak paling bandel di kelas waktu SD, yang bikin gurunya pusing. "Aku dulu nggak bisa diem, iseng, egois, nggak bisa kontrol emosi, dan lemot ngitung, he he he" akunya. Panahan adalah olahraga yang membutuhkan konsentrasi, pengendalian diri, sabar, dan ketenangan tingkat tinggi untuk meraih sasaran. "Apa yang diajarkan waktu latihan dan yang harus kulakukan waktu bertanding, kebawa ke kehidupan sehari-sehari" jelas atlet yang punya kebiasaan mendengar musik jazz sebelum bertanding ini. Sekarang, menurut Raha, meskipun masih tetep suka iseng, dirinya sudah bisa tenang dan pandai mengatur emosi. Kalau belajar pun nggak mudah diganggu karena konsentrasinya tinggi. Dan asyiknya, gara-gara harus bisa memprediksi skor saat pertandingan, Raha jadi terbiasa menghitung cepat. "Makanya nggak usah les aritmatika, ikut panahan aja, haha," candanya. Hanya satu konsekuensi yang harus ditanggung seorang atlet seperti Raha, yaitu jam belajar. Pernah Raha mengikuti dua kejuaraan berturut-turut, hingga satu bulan setengah harus meninggalkan bangku sekolah. "Nah ini yang butuh komitmen dan niat buat ngejar ketinggalan itu. Harus esktra ngebut. Nggak mau dong dibilang atlet bodo," pungkas peraih emas dan perak Popda Jatim 2008 lalu ini. (puspita)
|