|
/rif Kembali Usung Rock Murni
/ rif : we’ll still rock!! like always! Rock never dies. Begitulah pesan yang coba disampakan Andi (vocal), Jikun (gitar), Ovy (gitar), dan Magi (drum) lewat album ke tujuh /rif yang bertajuk Seven. Arus musik melayu dengan lirik-lirik cinta nan puitis yang sedang hip di Indonesia kini tak menjadikan mereka takut untuk kembali ke kancah musik tanah air.
“Malahan, musik kita mah nggak ada lirik cintanya sama sekali. Saya bukan tipe-tipe orang yang bisa nulis lirik lagu cinta. Kalaupun bisa, kita nggak ingin menyampaikannya dengan cara menye-menye,” tukas Andi /rif ketika ditanya mengenai isi album Seven ini. Keberanian tersebut pun diikuti dengan langkah besar /rif mengembalikan genre musik mereka kepada rock murni. Warna musik yang mereka usung ketika masih menggarap album Radja (1997) dan Salami (1998) akan sangat terasa di album ini. Bahkan, salah satu lagu dari album Salami berjudul 1 diaransemen ulang dan dimasukkan dalam album yang hanya dapat diperoleh melalui sistem pre-order ini.
Total delapan lagu siap menghibur rasa rindu kita dengan musik rock ala /rif yang terakhir keluar pada tahun 2006 lewat album Pil Malu. Distorsi tebal gitar Ovy dan Jikun yang diiringi beat drum kaya double pedal ala Magi akan sangat terasa sejak single pembuka, Awan Hitam, dimainkan.
“ Kami ngrasa perlu untuk mainin lagi rock-rock simple yang penuh distorsi. Rasanya udah terlalu capek lah kami bereksperimen kayak di album-album sebelumnya. Dan akhirnya terciptalah karya-karya rock murni di album ini. We’re still rock like always!!,” tambah Andi semangat.
Tema-tema sosial adalah tema yang diusung Andi, dkk kali ini. Mulai dari pesan sosial terhadap lingkungan hingga pengalaman ciuman pertama ala Anak Baru Gede (ABG) menjadi tema jagoan /rif di album yang penggarapannya memakan waktu satu tahun lebih ini. Dengarkan saja lagu-lagu macam Pelangiku Sirna, Green Song, dan First Kiss. (Puspita)
|