|
Memata-matai Penolong Si Mata
Siapa si baik hati yang doyan menolong mata? Yup, kanca muda pasti sudah familier banget sama kacamata, soft lens atau yang lagi ngehip sekarang : operasi lasik. ”Penolong” mata ini bikin keterbatasan mata, seperti mana minus, plus ataupun silinder, bisa diatasi. Berkat mereka, mata bisa berfungsi dengan normal. Kacamata, soft lens ataupun operasi klasik punya karakter sendiri-sendiri kalau mau menolong si mata. Ada yang lebih gaya, lebih nyaman, lebih permanen, cocok buat kepribadian tertentu, macam-macam deh. Nah, ini dia nih pendapat kanca muda dari SMAN 2 Surabaya, alias Smada soal penolong mata mana sih yang paling baik hati.
Maya Wira, XII IA 2 (Kiri) Mataku masih sehat nih, bersyukur banget. Tapi kalau misalnya sampe harus ditolong segala. Aku milih kacamata deh, buat sahabat mataku. Nggak banyak resiko. Tinggal dicantelin di telinga dan hidung aja kan, hehe. Nah, kalau pake soft lens, aduh serem deh kalau korneanya tergores. Kalau nggak pinter ngrawat, mata bisa jadi iritasi. Operasi lasik apalagi, wew, bisa buta kalau nggak berhasil.
Amelinda Ismi, XII IA 4 (Tengah) Ah, sok tahu nih Maya, hehe. Nggak perlu kok takut sama yang namanya operasi lasik. Aku nyobain sendiri soalnya. Kalau nggak mau terjadi apa-apa, datang ke dokter profesional. Pasti ada cara-caranya lah, nggak mungkin sembarangan kan. Lagian cepet kok, cuma setengah jam, minus enamku langsung hilang. Hehe. Setelah operasi singkat ini, mata harus bener-bener dijaga ketat selama beberapa hari. Satu hari pasca operasi, mata kudu sering-sering merem. Satu minggu nggak boleh keramas dan pakai make up dekat-dekat dengan mata. Wah, macam-macam lah. Tapi ribet mana dengan pakai kacamata seumur hidup? Mengganggu aktivitas kan. sekarang aku pakai kacamata ini, minusnya nol. Cuma buat bentuk karakter wajah aja, hehe.
Sharon Dyah, XII IA 4 (Kanan) Aku lebih suka lihat orang berkaca mata daripada bersoft lens. Kalau bersoft lens itu kelihatan nggak alami matanya, kadang nggak cocok. Hehe. Kalau pakai kacamata itu keren. Kelihatan lebih pinter gimana gitu. Kalau operasi, aku setuju sama Amel, harus datang ke tempat profesional. Karena ngeri banget, efek gagalnya bisa buta. Hiii.
Tuh kan, si penolong ini memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing kok. Kacamata adalah yang paling aman, murah dan membentuk karakter wajah, kalau milihnya tepat pas buat gaya. Tapi, aktivitas terganggu jadinya. Apalagi kalau makan makanan berkuah,hi hi, pasti susah hayo. Soft Lens beda lagi, mata bebas pandang dan praktis rasanya. Warna-warni pilihan lensanya juga memperindah mata. Tapi butuh perawatan ekstra untuk softlens karena harus steril di mata. Pemakaiannya juga harus hati-hati. Nggak boleh nih serampangan ngucek mata, ketiduran dengan soft lens.
Nggak ada yang salah juga buat operasi lasik. Hanya ketakutan aja kendala utamanya. Maklum operasi bedah mata ini harus membuka lapisan kornea dahulu untuk melakukan penyinaran. Funsgsi mata diperbaiki dengan sinar ini, setelah itu kornea mata ditutup kembali tanpa dijahit. Kornea akan menempel sendiri, tapi butuh proses pemulihan. Seperti yang dibilang Amel, waktunya hanya 20-30 menit. Kendala lainnya adalah operasi ini tergolong mahal, rata-rata 10 juta untuk satu mata.
Nah, kanca muda mau pilih yang mana?? Karena mata sangat penting dan berharga, sebaiknya, baik memilih kacamata, soft lens atau melakukan operasi, datangllah ke ahlinya. Jangan tergiur harga murah. (puspita/bs)
|