|
Kaya Genre, Padukan dengan Benang Merah Pop
Sudah jadi rahasia umum kalau seorang seniman itu sangat idealis. Termasuk juga seniman musik, aka musisi, pastinya punya sisi idealis dalam bermusik. Beda influence/acuan, maka beda pula karya-karya yang dihasilkannya. Lalu, gimana dong dengan anak band? Apa kudu punya influence yang sama biar kompak?
Hmm, nggak juga. Buktinya, Magneto mampu mengarmonisasikan perbedaan influence diantara anggotanya. Personilnya, Dika (vokal), Robby (gitar), Ruchard (drum), Uming (bass) dan Emir (keyboard), punya selera yang berbeda-beda. Contohnya aja Richard suka dengan musik ala Muse atau Linkin Park, sedangkan Emir malah suka aliran damai pop-klasik.
Masing-masing punya "kuping" musik yang beda. Namun, di Magneto, aliran yang berbeda-beda ini mereka harmonisasi dengan benang merah pop. "Musiknya yang kami bawakan memang gado-gado. Ada alternatif, japanese, british, rock, bahkan melayu. Tapi semuanya kental nuansa pop," jelas Uming, sang bassis.
Buat band yang terbentuk 15 September 2005 ini, hal terpenting dari musik adalah pesannya. "Bukan sekadar pesan yang sampai. Kami mau musik kami ini sebagai penyampai pesan dari hati ke hati," ujar Dika, vokalis bersuara serak─merdu ini. Mereka ingin Magnetik (sebutan untuk penggemar mereka) mendapat feel-nya.
Buat kanca muda yang ndengerin Jalur Bebas, Selasa 5 Mei lalu, pastinya sudah ngerasain feel gimana sih yang dimaksud. Magneto mempersembahkan single Mencintaiku untuk kanca muda dengan gitar akustik dan suara Dika yang apik.
Buat yang kelewatan, nggak perlu kuatir. Tanggal 20 Mei nanti mereka bakal rilis album perdananya. Berisi dua belas materi, Magneto siap menarik kamu ke dalam medan magnet musiknya. (puspita)
|